Daerah

UMKM Makisi Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Nagari Balai Panjang

Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban Kamis, 6 Agustus 2026 – Semangat membangun ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berkembang di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Berawal dari sebuah usaha sederhana dengan lima unit mesin jahit biasa, kini lahir sebuah industri kreatif yang mampu menghasilkan berbagai model tas berkualitas dengan merek lokal Makisi.

UMKM ini memberdayakan ibu rumah tangga sebagai tenaga produksi. Seluruh peserta dibimbing dari nol oleh Yudorson, seorang pelatih yang memiliki pengalaman di bidang produksi tas. Dengan kesabaran dan dedikasinya, Yudorson mengajarkan teknik menjahit, pembuatan pola, hingga proses penyelesaian produk, sehingga para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan kini mampu menghasilkan tas dengan kualitas yang baik.

Berbekal pengalaman memproduksi berbagai model tas untuk sejumlah merek ternama, Yudorson kemudian menularkan ilmu dan keahliannya kepada masyarakat Nagari Balai Panjang. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan produk yang tidak hanya rapi dan kuat, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan tren dan kebutuhan pasar.

Saat ini, UMKM Nagari Balai Panjang mampu memproduksi berbagai jenis tas, mulai dari tas outdoor, ransel, tas selempang, tas kerja, tote bag, hingga berbagai model lainnya. Selain itu, konsumen juga dapat memesan desain atau model tas sesuai kebutuhan (custom order), sehingga setiap produk dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan.

Untuk menjaga mutu produk, seluruh tas menggunakan bahan kanvas (canvas) berkualitas yang didatangkan langsung dari Bandung, Jawa Barat. Pemilihan bahan berkualitas menjadi salah satu faktor yang membuat produk Makisi memiliki daya tahan yang baik dan mampu bersaing dengan produk sejenis di pasaran.

Kini, hasil karya anak nagari tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Sumatera Barat, bahkan berhasil menembus pasar internasional, di antaranya Malaysia dan Filipina. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk lokal yang dikerjakan dengan ketelitian, kualitas, dan semangat gotong royong mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Wali Nagari Balai Panjang, Idris, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UMKM yang telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi antara pelatih, masyarakat, dan dukungan berbagai pihak dalam membangun kemandirian ekonomi nagari.

"Kami sangat mengapresiasi dedikasi Bapak Yudorson yang telah berbagi ilmu dan membimbing masyarakat hingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Pemerintah Nagari akan terus mendukung pengembangan UMKM ini karena telah membuka lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mengangkat nama Nagari Balai Panjang melalui Brand Makisi yang kini telah dikenal hingga ke pasar luar negeri. Kami berharap usaha ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat serta memberikan manfaat bagi perekonomian nagari," ujar Idris.

Melalui semangat belajar, inovasi, dan kerja keras, UMKM Nagari Balai Panjang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dari sebuah nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban, kini lahir produk-produk tas berkualitas yang tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membawa nama Brand Makisi

(*).

Admin :
Fajri HR.