Daerah

Wartawan Senior Nur Akmal Jalani Perawatan di RSUD Adnaan WD, Dijadwalkan Operasi Sore Ini.

PAYAKUMBUH—Dunia pers di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota tengah diselimuti kabar duka dari salah satu tokoh seniornya. Nur Akmal, wartawan senior yang dikenal luas di wilayah Luak Limopuluah, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh akibat kondisi kadar gula darah yang tinggi.

Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Nur Akmal mulai dirawat sejak Sabtu (25/4/2026) di Ruang Teratai, Kelas II. Menurut keterangan sang adik, Nailul Badri (Oyon), kondisi kesehatan kakaknya menurun akibat komplikasi luka pada bagian kaki.

"Rencananya, hari ini Minggu (26/4) sekitar pukul 14.00 WIB, kakak kami akan menjalani tindakan operasi pada bagian ampu kakinya yang mengalami luka dan pembengkakan," ujar Oyon saat memberikan keterangan kepada awak media.

"Meskipun kondisi kaki membengkak, semangat beliau masih tinggi. Tadi masih sempat menanyakan perkembangan berita di lapangan. Beliau sosok yang tidak bisa diam kalau soal pekerjaan."

Senada dengan sang paman, Bayu Denura yang merupakan putra kandung Nur Akmal, memohon doa dari seluruh rekan sejawat dan masyarakat agar proses operasi berjalan lancar dan sang ayah bisa segera pulih untuk kembali beraktivitas.

Hingga saat ini, sejumlah wartawan dan kerabat terus berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga di rumah sakit, dengan tetap memperhatikan protokol kunjungan rumah sakit.

Bayu Denura menyampaikan bahwa untuk sementara waktu, sang ayah tidak dapat membalas pesan atau menerima telepon secara langsung.

Kami memohon maaf jika ada pesan atau koordinasi pekerjaan yang tertunda. Saat ini fokus utama kami adalah ketenangan beliau menjelang dan pasca-operasi.

Kemudian, kami sangat terharu melihat kepedulian rekan-rekan pers di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Dukungan moril ini sangat berarti bagi kesembuhan ayah,"ujar Bayu 

Sementara itu, Tata Tanur wartawan yang dikenal dekat dengan semua wartawan, berpesan agar rekan-rekan wartawan lainnya juga menjaga pola makan dan kesehatan, mengingat jam kerja wartawan yang sering tidak teratur.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama rekan-rekan wartawan yang sering mengabaikan jam makan dan istirahat. Tolong jaga kesehatan, jangan sampai terlambat seperti ini,"ingat Tata.

(*).

Admin :
Fajri HR.