Depok — Prosesi pernikahan adat Minangkabau dan adat Betawi yang mempertemukan Riska Nitami dan Rahmad Febriyon Adha berlangsung khidmat, meriah, dan sarat makna pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di RT 006 RW 010, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai daerah yang datang untuk bersilaturahmi dan berpesta bersama keluarga besar kedua marapulai dan mempelai.
Pernikahan ini juga menjadi momen berkumpulnya keluarga besar almarhumah Hj. Markani, serta keluarga besar As Nimar dan Anuar, di mana kedua mempelai merupakan bagian dari anak dan cucu keluarga besar tersebut marapulai ini . Kehadiran sanak saudara lintas daerah menambah suasana kekeluargaan sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat Minangkabau yang ditandai dengan busana adat lengkap serta suntiang yang dikenakan oleh mempelai perempuan. Prosesi ini mencerminkan nilai adat Minangkabau yang menjunjung tinggi falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Selanjutnya, prosesi adat Betawi turut mewarnai rangkaian acara dengan nuansa hangat dan penuh kegembiraan, menghadirkan perpaduan adat yang berbeda dari pernikahan Minangkabau pada umumnya.
Keunikan acara ini juga terlihat dari konsep perayaan yang tidak hanya menonjolkan prosesi adat, tetapi juga menghadirkan berbagai bentuk kebahagiaan bagi para tamu undangan. Pihak keluarga menyediakan doorprize dengan beragam hadiah, termasuk uang tunai untuk satu orang pemenang utama, yang dibagikan langsung kepada para tamu sebagai wujud rasa syukur, Tuan rumah ini.
Dalam prosesi adat, marapulai menyerahkan seserahan kepada mempelai berupa emas seberat 7,3 gram serta sejumlah uang tunai, yang menjadi simbol tanggung jawab, kesungguhan, dan kesiapan mempelai laki-laki dalam membina rumah tangga bersama mempelai perempuan.
Pengantin perempuan dari adat Betawi, Riska Nitami, merupakan putri dari Bapak Nimin dan Ibu Tasmiyanti, sementara pengantin laki-laki dari adat Minangkabau, Rahmad Febriyon Adha, adalah putra dari Bapak Yefri Joni dan Ibu Meri Susanti. Kedua keluarga besar tampak menyatu dalam suasana penuh kebahagiaan dan kekhidmatan sepanjang acara.
Orangtua, Bapak Yefri Joni, ayah dari marapulai laki-laki, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara serta kehadiran keluarga besar dari berbagai daerah, dan semoga kedua marapulai dan mempelai ini menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah.
“Semoga pernikahan ini membawa keberkahan, kebahagiaan, dan menjadi pengikat silaturahmi keluarga besar, termasuk mengenang almarhumah yang telah lebih dahulu berpulang,” tuturnya.
Orang tua kedua mempelai turut menyampaikan doa dan harapan. Bapak Nimin, ayah dari mempelai perempuan, berharap agar pernikahan ini menjadi awal kehidupan yang rukun dan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap anak-anak kami dapat saling menjaga, menghormati, dan membina rumah tangga yang harmonis,” ujarnya.
Melalui pernikahan adat Minangkabau dan Betawi ini, keluarga besar almarhumah Hj. Markani, serta keluarga besar As Nimar dan Anuar, berharap nilai kebersamaan, pelestarian adat, dan silaturahmi lintas generasi tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Penulis FajriHR).