Daerah

Di Tengah Tantangan Pasca Kebakaran Pasar, Dishub Payakumbuh Optimistis Capai Target PAD.

PAYAKUMBUH—Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir dan retribusi sebesar Rp2 miliar untuk tahun anggaran 2026. Hingga Mei 2026, realisasi capaian dilaporkan telah menyentuh angka 30% hingga 40%.

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan, Yulhendri L (Andy Malaway), didampingi Kabid Keselamatan dan Pengendalian Operasional, Pinto Handayani, S.SiT, MM, serta Kabid LLA, Arnel, S.ST. Ara, saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Meskipun terus menunjukkan progres positif, Andy Malaway mengakui adanya dinamika yang menyebabkan realisasi sedikit melandai. Terdapat dua faktor krusial yang mempengaruhi yakni terjadinya kebakaran di Pasar Payakumbuh mengakibatkan berkurangnya sejumlah titik parkir aktif yang selama ini menjadi sumber pendapatan potensial.

Kemudian, kondisi ekonomi masyarakat yang sedang dalam tahap pemulihan dan penyesuaian pasca-bencana turut berdampak pada aktivitas pergerakan di kantong-kantong parkir.

Terkait layanan pengujian kendaraan bermotor, Andy menegaskan bahwa uji KIR tetap digratiskan bagi masyarakat. Kebijakan yang berlaku sejak 1 Januari 2024 ini merupakan bentuk implementasi dari UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan 

PP Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

"Pemerintah Kota Payakumbuh memilih untuk menanggung biaya operasional KIR. Tujuannya jelas, agar beban pelaku usaha transportasi dan masyarakat umum tidak bertambah di tengah situasi ekonomi saat ini," tegas Andy.

Mengenai penerapan sistem parkir digital (e-parkir), Dishub saat ini masih fokus pada sistem manual yang terukur. Pengaturan lokasi tetap berpedoman pada Perwako Nomor 500.11.33/23.1.80/WK Tahun 2026 tentang Penetapan Lokasi Parkir Tepi Jalan Umum.

"Rencana digitalisasi masih dalam tahap kajian mendalam. Prioritas jangka pendek kami adalah menata kembali titik parkir di area pasar pasca-kebakaran agar tetap tertib dan sesuai regulasi," imbuhnya.

Untuk itu, Dishub Payakumbuh terus berkomitmen mewujudkan program unggulan "Transportasi yang Aman, Nyaman, dan Terintegrasi", termasuk pengembangan layanan "Transportasi Trans Paliko".

Menutup keterangannya, Andy menyatakan kesiapan Kota Payakumbuh untuk kembali berlaga di ajang nasional Wahana Tata Nugraha (WTN) 2026.

Tradisi Juara,Payakumbuh tercatat konsisten meraih penghargaan WTN sejak tahun 2013 hingga 2024. Pada 12 Agustus 2025, Payakumbuh berhasil meraih predikat Juara Favorit Pelajar Pelopor tingkat Sumatera Barat.

"Kami optimis dapat mempertahankan tradisi juara ini sebagai bukti komitmen Payakumbuh dalam mengelola sistem transportasi yang handal dan berkelanjutan," tutupnya.

(*).

Admin :
Fajri HR.