Jul 23, 2026
Jakarta, Diskominfo—Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang mengatakan pembangunan 204 unit hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana di Sumatera khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota akan dilaksanakan tahun 2026. Kepastian itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melalui Direktur Bina Teknik Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Syamsiar, kepada Bupati Safni saat Audiensi dengan Kementerian PKP, Rabu, (22/07/2026) di Jakarta. Turut hadir dalam pertemuan, Direktur Sistem dan Strategi KawasanKementerian PKP, Buhari, Kepala DLHPKP Nopriyadi Syukri, Kepala Dinas PUPR Orlanda, dan Staf Ahli Bupati, Yulia Masna.
Safni menyebut, dari pertemuan yang digelar di Kementerian PKP itu, proses tender pembangunan huntap sudah berjalan dan direncanakan akan mulai dibangun September nanti.
Bupati Safni mengatakan Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan yang memenuhi sejumlah syarat, seperti aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, dan berada tidak jauh dari fasilitas umum.
"Alhamdulilah, untuk lahan pembangunan Huntap telah dihibahkan oleh Niniak Mamak Nagari Koto Tinggi seluas 5,5 Hektar. Untuk proses penerbitan sertifikat kita menunggu pihak BPN," ungkap Bupati Safni.
Lebih lanjut, Bupati Safni mengatakan, Huntap untuk korban di Lima Puluh Kota berjumlah 447 unit dengan rincian, 243 dibangun oleh BNPB dan 204 unit oleh Kementerian PKP.
"Pembangunan huntap bukan sekadar membangun rumah, tetapi mengembalikan rasa aman, harapan, dan masa depan masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah daerah akan terus mengawal pelaksanaannya agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Bupati.
Sementara itu, Direktur Sistem dan Strategi Kawasan PKP, Buhari menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memastikan setiap warga negara yang terdampak bencana memperoleh tempat tinggal yang layak sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Kementerian PKP terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar proses pembangunan hunian tetap dapat berjalan sesuai rencana, memenuhi standar kualitas bangunan, serta segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota yang aktif membangun komunikasi dan menyiapkan seluruh persyaratan sehingga program ini dapat direalisasikan," tutup Buhari.
(*).