Hukum & Kriminal

Proyek Rabat Beton  Jalan Payah Kumbuh Setangkai Disorot, Diduga Dikerjakan Asal Jadi Tanpa Tulangan Besi

 


Padang Pekat News.com  (20/05/2026)    Pekerjaan proyek semenisasi Jalan Payah Kumbuh Setangkai yang dikerjakan oleh PT Putra Hari Mandiri menuai sorotan tajam dari masyarakat dan awak media. Proyek yang seharusnya menjadi solusi peningkatan infrastruktur jalan itu justru diduga dikerjakan asal jadi karena konstruksi beton disebut tidak menggunakan tulangan besi sebagai penguat utama.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas dan daya tahan jalan, terlebih jalur tersebut tidak hanya dilintasi kendaraan ringan, namun juga kendaraan bertonase berat yang setiap hari melintas untuk aktivitas angkutan barang dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah warga mengaku khawatir proyek tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi cepat mengalami kerusakan. Pasalnya, dalam pekerjaan rigid beton, keberadaan tulangan besi dinilai menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga kekuatan struktur agar mampu menahan beban kendaraan.

“Kalau memang tidak memakai tulangan besi, bagaimana kekuatan jalan itu bisa dijamin? Sementara yang lewat bukan hanya mobil kecil, kendaraan berat juga sering melintas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap proyek tersebut semakin menguat setelah awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Namun hingga berita ini diterbitkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun pihak kontraktor PT Putra Hari Mandiri memilih bungkam.

Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp guna meminta penjelasan terkait spesifikasi teknis pekerjaan, alasan tidak dipasangnya tulangan besi, serta pengawasan dalam pelaksanaan proyek. Akan tetapi, pesan yang dikirim tidak mendapat tanggapan sama sekali.

Sikap diam dari pihak pelaksana proyek dan PPK dinilai memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Transparansi dalam penggunaan anggaran negara dinilai penting agar tidak menimbulkan dugaan adanya pengurangan spesifikasi pekerjaan yang dapat merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Pengamat konstruksi menilai, apabila benar pekerjaan rigid beton dilakukan tanpa tulangan besi dan tidak sesuai spesifikasi teknis, maka kualitas jalan berisiko mengalami retak dini hingga kerusakan dalam waktu singkat, terutama pada jalur dengan intensitas kendaraan berat yang tinggi.

Masyarakat pun meminta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh terhadap proyek tersebut. Audit teknis dianggap perlu dilakukan guna memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan adanya penyimpangan, aparat penegak hukum diminta tidak tutup mata dan segera melakukan penyelidikan demi menjaga kualitas pembangunan serta mencegah potensi kerugian negara.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Putra Hari Mandiri maupun PPK proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pekerjaan semenisasi tanpa tulangan besi tersebut.( Masrizal )

Admin :
Faisal Anwar