Daerah

BPBD Lima Puluh Kota Tangani Longsor, Irigasi dan Pertanian Warga Kembali Normal.

LIMA PULUH KOTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota melakukan penanganan terhadap dampak bencana longsor yang terjadi di Jorong Menara Agung, Nagari Batuhampar, Kecamatan Akabiluru, pada periode 21 hingga 22 Agustus 2026.

Bencana tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Selasa (18/8/2026). Longsor mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor irigasi, perikanan, dan pertanian.

Pada Jumat (21/8/2026), BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap dampak bencana sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan pihak terkait guna menentukan langkah penanganan.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, longsor menyebabkan kerusakan berat pada Daerah Irigasi (DI) Bonda Gando Piontang sepanjang kurang lebih 15 meter. Selain itu, satu unit kolam ikan milik masyarakat juga mengalami kerusakan dengan kategori sedang akibat material longsor.

Kerusakan pada jaringan irigasi tersebut sempat mengganggu aliran air menuju lahan persawahan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena keberadaan irigasi memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas pertanian dan perekonomian warga di wilayah tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pada Sabtu (22/8/2026), dilakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan material longsor sekaligus memperbaiki jaringan irigasi yang terdampak.

Kegiatan tersebut melibatkan personel BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Damkar, Satpol PP, Wali Nagari beserta perangkat nagari, serta masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan, seluruh unsur bahu-membahu membersihkan material longsor dan melakukan perbaikan pada bagian saluran irigasi yang mengalami kerusakan.

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, petugas di lapangan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses penanganan dampak bencana. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak longsor terhadap kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan BPBD bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menangani dampak longsor di Jorong Menara Agung tersebut.

Menurut Safni, penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi, terutama ketika dampaknya berhubungan langsung dengan kebutuhan serta mata pencaharian masyarakat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat BPBD, pemerintah nagari, seluruh petugas dan masyarakat yang telah bersama-sama melakukan penanganan. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita jaga dalam menghadapi setiap bencana,” ujar Safni.

Ia mengatakan, kerusakan jaringan irigasi harus segera ditangani karena keberadaannya sangat penting bagi keberlangsungan sektor pertanian masyarakat. Pemerintah daerah, kata Safni, berkomitmen untuk terus hadir dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah, melalui kerja sama semua pihak, saluran irigasi yang terdampak sudah dapat diperbaiki sehingga aliran air kembali lancar. Ini penting agar aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama,” katanya.

Saat ini, proses perbaikan jaringan irigasi telah selesai dilakukan. Aliran air menuju lahan persawahan masyarakat kembali lancar sehingga aktivitas pertanian warga yang sebelumnya terganggu dapat kembali berjalan normal.

Bupati Safni juga mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi memicu terjadinya longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Apabila melihat adanya potensi bencana, segera laporkan kepada pemerintah nagari atau BPBD agar dapat segera dilakukan langkah antisipasi dan penanganan,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota sendiri terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah, khususnya daerah-daerah yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.

Penanganan cepat melalui koordinasi dan gotong royong di Jorong Menara Agung tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan perekonomian warga pascabencana.

(*).

Admin :
Fajri HR.