Daerah

Pekerjaan Proyek Irigasi di Pauh Sangik,Tuai Sorotan Tajam.

LIMAPULUHKOTA—Proyek pembangunan irigasi di wilayah Ate Rao Jorong Ambacang Kunyik, nagari Pauh Sangik Kecamatan Akabiluru tuai sorotan, setelah pekerjaan tersebut selesai terlihat kondisi fisik pekerjaan di lapangan diduga serabutan dan berpotensi tidak sesuai dengan standar pembangunan maupun spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Temuan tersebut diketahui setelah sejumlah wartawan melakukan investigasi dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan mendokumentasikan kondisi bangunan irigasi yang berada di area persawahan masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah bagian saluran irigasi terlihat dalam kondisi yang memerlukan perhatian. Permukaan beton tampak tidak rata, sementara pada beberapa bagian dinding saluran terlihat sudah retak-retak.

Berdasarkan pengakuan masyarakat Pauah Sangik yang nama nya dimintak tak ditulis kepada wartawan dirinya membeberkan.

"Memang benar proyek irigasi di jorong Ambacang Kunyik nagari Pauah Sangik memang menuai tanda tanya besar bagi nya selaku masyarakat,dan menurut nya saat proyek tersebut dikerjakan plang proyek pun tak terlihat dan diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

Ia juga meminta pihak terkait di kabupaten Lima Puluh Kota agar menindak lanjuti temuan proyek irigasi jorong Ambacang Kunyik tersebut,dan setiap pekerjaan proyek irigasi yang tidak memakai plester akan mudah keropos,ketika dihantam debit air yang tinggi atau perubahan cuaca, struktur batu dan semen yang telanjang akan cepat terkikis dan runtuh.

Tanpa plesteran, air akan merembes keluar melalui celah-celah batu sebelum mencapai lahan pertanian petani dan juga terlihat hal ini membuat distribusi air dilokasi persawahan masyarakat tersebut menjadi tidak efektif,"ujarnya saat ditanya wartawan melalui pesan singkat whatsaapnya,Selasa malam 15 September 2026.

Sementara itu,wali nagari Pauah Sangik Edison, Dt. Rajo Sigoto kepada wartawan mengatakan.

"Benar,proyek irigasi tersebut menggunakan anggaran dana desa pada tahun anggaran 2025 dengan jumlah biaya 161.686.715 dan panjang saluran 443 meter,dan memang tidak di plester hanya langsung cor saja memakai mal triplek,"sebutnya singkat saja.

(*).

Admin :
Fajri HR.